Tuesday, February 24, 2015

Malming at Cak Durasim

Malam minggu di Surabaya enaknya ngapain ya? Semua mall semua cafĂ© sudah saya jelajahi. Saya memikirkan tempat baru apa di Surabaya yang belum saya jelajahi. Sambil berkeliling dan berpikir, saya melewati sebuah jalan yang dimana di sebelah kanan saya terdapat kerumunan orang – orang yang berkumpul disebuah gedung.
            Cak Durasim! Saya memutuskan untuk mampir kesana melihat pentas kebudayaan yang saya pikir hal itu adalah hal yang perlu saya coba.
            Cak Durasim merupakan salah satu gedung di Surabaya yang merupakan pusat kebudayan di Jawa Timur. Jadi, kebudayaan – kebudayaan yang ada di Jawa Timur biasanya dipentaskan di gedung Cak Durasim ini.
            Kebetulan pada malam itu terdapat Pagelaran Seni Budaya Nganjuk. Disana saya melihat banyak pagelaran – pagelaran seperti tarian dari Nganjuk, dan juga terdapat drama yang menceritakan kisah – kisah dari Nganjuk.
            Tak terasa 2 jam saya disana menikmati music – music yang dimainkan oleh para pemain dan juga tarian serta drama yang juga menarik tidak hanya saya, tetapi juga menarik pusat perhatian orang – orang sekitar.
            Pengunjung yang datang tidak hanya dari Surabaya saja, melainkan juga dari kota – kota yang ada di sekitar Surabaya seperti Sidoarjo, Mojokerto, Krian dan mungkin masih banyak dari kota – kota lain. Selain itu juga terdapat wisatawan mancanegara yang ikut menikmati pertunjukan disana.
            Selain menikmati pertunjukan yang diberikan, disana juga disediakan stand – stand untuk menjual makanan dan minuman dan juga menjual souvenir – souvenir seperti kain batik, mainan tradisional dan masih banyak lagi.
            Ini merupakan gaya beda saya menikmati malam minggu!

Tips :
-       Cak Durasim terletak di tengah kota dekat dengan Tunjungan Plaza dan Siola
-       Cak Durasim tidak dipungut biaya jadi bisa dijadikan tempat liburan wisata
-       pastikan jadwal pertunjukan yang akan tampil di Cak Durasim





Tuesday, February 17, 2015

DIVERGENT, salah satu film yang sangat terkenal yang diangkat dari novel karya Veronica Roth ini menjadi film yang sangat digemari terutama untuk kalangan remaja. Sejujurnya, saya belum melihat film Divergent ini, dan hal itu membuat saya penasaran untuk membaca novel karya Veronica Roth ini.
Dalam novel diceritakan “di dunia masa depan, manusia dipisah – pisahkan oleh berbagai faksi bergantung pada kecenderungan sifat alamiah mereka.” Terdapat 4 faksi yaitu Erudite, Amity, Dauntless, dan Abnegation. Dan terdapat juga factionless dimana orang – orang yang tidak mempunyai faksi dan hidup susah. Tris Prior adalah actor utama dari novel ini. Ia adalah seorang Divergent, dimana Divergent adalah orang yang tidak cocok berada di faksi manapun dan harus dimusnahkan.
Awal mula Tris Prior atau Beatrice merupakan anak dari faksi Abnegation yang pada saat mengikuti test pemilihan faksi dia mengalami beberapa hal yang aneh. Kemudian pada hasil test, ia terpilih di faksi Dauntless. Dimana faksi itu disebut penjaga dari semua faksi. Faksi baru nama baru. Beatrice memilih Tris sebagai nama barunya. Di faksi Dauntless, ia belajar banyak untuk bertarung dan ia tertarik dengan seniornya yaitu Four.
Semakin lama, ia menemukan kejanggalan – kejanggalan. ia bertanya – tanya mengapa Divergent harus dimusnahkan. Faksi Abnegation adalah faksi yang memegang system pemerintahan dari semua faksi. Faksi Erudite merasa faksi Abnegation menyimpang dari system pemerintahan. Faksi Erudite merupakan faksi yang berisikan orang – orang pandai. Faksi Erudite merasa faksinya yang harus memegang system pemerintahan. Sehingga faksi erudite menggunakan faksi Dauntless untuk memusnahkan faksi Abnegation. Orang – orang dari faksi Dauntless diberikan suntikan untuk mematuhi faksi Erudite yaitu membunuh orang – orang di faksi Abnegation.
Karena Tris merupakan Divergent sehingga suntikan itu tidak mempan untuknya. Tris harus berpura – pura terhipnotis seperti para Dauntless yang lain. Sementara itu Four harus berbpura – pura juga karena dia juga Divergent.
Setelah itu Tris dan Four akan kabur tetapi ketahuan oleh penjaga Dauntless yang lain sehingga mereka harus di pisahkan dan disekap. Four ikut bersama faksi Erudite dan Tris akan dibunuh oleh para Dauntless tetapi Tris diselamatkan oleh ibunya yang ternyata dulunya ibunya juga dari faksi Dauntless.
Tris mencari Four yang disekap oleh faksi Erudite. Kemudian Tris dan Four menyerang faksi Erudite untuk mematikan system agar para Dauntless tidak membunuh faksi Abnegation.
Setelah berhasil, Tris dan Four pergi dari dari wilayah faksi – faksi tersebut karena mereka Divergent yang akan terus diburu untuk di musnahkan.

Divergent ini merupakan novel pertama dari Veronica Roth yang terdapat lanjutan yaitu Insurgent dan Allegiant.

Monday, February 9, 2015

Blue Treasure Pacitan

Masih ingat Presiden Republik Indonesia yang baru saja digantikan oleh Jokowi ? Susilo Bambang Yudoyono dimana jika ingat beliau, ingat akan kota kelahiran beliau yaitu di Pacitan, Jawa Timur.
Pacitan adalah salah satu kota di Jawa Timur yang berada pada perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di pacitan sendiri terdapat banyak pantai – pantai yang tersembunyi dan tidak semua orang mengetahuinya. Selain pantai – pantainya yang indah, pacitan juga terkenal dengan goa - goa yang mempunyai batu stalacnites dan stalagmites yang indah yaitu di Goa Gong dan Goa Tabuhan.
                  Hal itu membuat saya penasaran dengan pantai – pantai yang ada di Pacitan dan menggoda saya untuk melakukan blue treasure di Kota Pacitan.
Perjalanan saya dimulai dari Kota Surabaya. Butuh waktu 4 – 5 jam untuk sampai di kota Pacitan dengan mengendarai mobil. Ini adalah kali pertama saya mengunjungi Pacitan. Jalan menuju Pacitan dari Surabaya bukan merupakan medan yang mudah. Dari Surabaya menuju Mojokerto, Jombang, Kertosono, Nganjuk, Caruban, Madiun, Ponorogo, dan sampailah di Pacitan.
 Arah menuju ke Pacitan melewati seperti daerah perbukitan. Di sebelah kiri dan kanan terdapat tebing – tebing batu kapur dan terdapat juga aliran sungai yang pada saat itu sedang kering. Sampai di Kota Pacitan diperlukan 1,5 – 2 jam untuk menuju ke pesisir pantai di kota pacitan. Blue treasure pertama ditujukan pada Pantai Srau.
Dalam perjalanan kesana saya melewati Rumah dari Mantan Presiden RI Susilo Bambnag Yudoyono. Akses jalan menuju pantai tidaklah semulus jalan tol. Jalan menuju kesana melewati jalan yang tidak terlalu luas juga karena melewati rumah penduduk local.


Sampailah di Pantai Srau. Blue treasure pertama yang saya tuju. Tidak ada keramaian, hanya ada saya, angin pantai dan desiran ombak yang sangat indah.

Cuaca yang mendukung dan pasir putih yang bersih membuat saya semakin betah di pantai Srau.  Di sekitar pantai ini belum ada penginapan dan tempat makan. Jadi pantai ini masih benar benar bersih dan sepi.    
                  Karena dikejar waktu, saya pun langsung mencari blue treasure kedua yaitu pantai Watu Karung. Tak jauh dari pantai Srau, sekitar 30 menit dari pantai Srau menuju pantai Watu Karung.

                  Sesampai di pantai Watu Karung, suasana disana sama dengan di Pantai Srau, bedanya disana sudah ada penginapan dan tempat makan.

Terdapat satu tempat penginapan disana yang letaknya tepat di depan pantai dengan range harga paling murah Rp 800.000/ kamar dengan 2 tempat tidur. Selain itu juga terdapat fasilitas kolam renang yang langsung menghadap ke pantai. Penduduk local juga menawarkan tempat penginapan yaitu rumah penduduk local yang dekat dengan pantai dengan harga Rp 1.000.000 untuk 6 orang. Untuk tempat makan pada saat itu tidak ada yang berjualan. Disana saya bertemu beberapa orang mancanegra yang menikmati surfing di pantai Watu Karung.

                  Masih banyak sekali pantai di pesisir selatan pacitan yang belum saya explore. One day, pasti saya akan kembali ke Pacitan.